" "
 
 

Tiket (Yang) Hampir Merusak Citra FSPG 2009

Senandung pujian telah usai, gegap gempita kesibukan selama FSPG -mungkin bagi sebagian kalangan- telah berakhir. Tiap-tiap orang kini dihadapkan kembali dengan tugasnya masing-masing dan realita yang harus dijalani. Sang Juara boleh berbangga atas jawara yang direngkuh, sedang yang kalah patut berbenah dalam tatanan koreksi positif. Pasti hal itu bukanlah perkara sulit.


Tapi memang sulit rasanya mengurus dan mengorganisir suatu iven yang digelar secara akbar, yang jika diakumulasikan melibatkan ratusan jemaat dengan ribuan partisipan. Salut bagi semua panitia yang rela bersusah payah mengkreasikan cara sehingga FSPG 2009 bisa terlaksana. Tiap-tiap jemaat tuan rumah di Wilayah Winangun telah melakukan yang terbaik bahkan mungkin lebih dari yang terbaik guna kesuksesan FSPG 2009. Sungguh tidak mudah ketika panitia pelaksana harus mematuhi konsep dan aturan kegiatan yang telah dirumuskan namun di sisi lain harus juga memuaskan para peserta , dan bagaimanapun adanya; entah dengan berbagai planning dan alternatif, pastilah selalu ada “retak” yang mengganggu.

Ketika final kompetisi Big Choir dilaksanakan di gereja Sion Winangun, banyak yang kecewa dengan keputusan panitia (atau mungkin Panitia Lokal di Jemaat Sion Winangun) yang menetapkan Harga Tiket Masuk (HTM) sebesar Rp. 100.000. Panitia dianggap terlalu berlebihan karena kebijakan tersebut, bahkan dianggap irasional. Sejak awal hingga akhir kompetisi, ada saja komentar negatif yang menyalahkan pihak panitia. Memang untuk menggapai sesuatu, ada pengorbanan yang harus diiklaskan; tapi rasanya ada kejanggalan dengan HTM yang sangat tidak masuk diakal. Nanti setelah terjadi negosiasi yang sering disisipi argumen dan tudingan keras, panitia bisa melembutkan hati dan sedikit mengubah kebijakannya dengan kebijaksanaan yang lebih berimbang. Panitia akhirnya menurunkan HTM menjadi Rp. 75.000, walaupun ada yang merasa keputusan tersebut masih tidak tepat. Sungguh terlalu jika kegiatan FSPG dijadikan “sarana menguras energi” para peserta.

Namun hal tersebut kiranya menjadi cemeti yang meski menyakitkan, pada akhirnya memberikan nilai positif bagi semua pihak yang terkait. Apa yang dituliskan ini pun bukanlah suatu cara untuk melemahkan atau “menghantam” oknum tertentu, melainkan hanya sebagai sumbang saran dan wujud kepedulian bagi keesaan pemuda GMIM. Bagaimana pun, Panitia FSPG 2009 telah mempersembahkan suatu gelaran cara yang luar biasa...!!!!!
Air mata, senyum suka cita, kelelahan, sakit hati, tawa kemenangan, kebingungan, juga segala emosi yang bertaut karenanya; menjadikan FSPG 2009 sebagai kenangan indah mengakhiri periode pelayanan 2005-2009.

Tuhan kan besertamu Pemuda GMIM
Diberkatilah engkau
Selama-lamanya.....

 

© 2008 www.PemudaSolafideTinoor.com